Manjamanja
A dog, cat, bird, rabbit, and hamster stay safely indoors while volcanic ash falls outside the home.
Kesehatan & kondisiBurungAnjingKucingKelinciHamster

Hari Abu Vulkanik di Indonesia: Bawa Anjing, Kucing, Burung, Kelinci, dan Hamster ke Dalam Ruangan

6 menit bacaTerbit 8 Sep 2026Oleh Manja, diedit oleh Ms Ella Moh

Saat abu vulkanik mencapai lingkungan rumahmu, bawa dulu anjing, kucing, burung, kelinci, atau hamster ke dalam ruangan, lalu lindungi makanan dan air dari abu.

Pakai ini sebagai daftar cek saat hari berabu, bukan untuk diagnosis di rumah; kesulitan bernapas tetap perlu dokter hewan.

Bawa hewan masuk sebelum mangkuk mulai berdebu

A home setup shows pets, bowls, cages, and carriers moved away from volcanic ash exposure.
Move bowls, cages, and carriers before ash settles indoors.

Abu vulkanik bukan debu biasa. Abu bisa mengiritasi saluran napas dan mata, serta mencemari wadah air, menurut laporan tentang paparan abu vulkanik di Indonesia (Kompas). Jadi rutinitas pertama memang terdengar sederhana, tapi berguna: tutup celah dari luar, tutup mangkuk, dan cegah hewan peliharaan makan atau minum apa pun yang terkena abu.

Untuk pemilik hewan di Indonesia, arahan praktis BPBD kepada warga cukup jelas: tutup wadah makanan dan air, dan jangan konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi abu vulkanik (ANTARA). Terapkan juga untuk hewan peliharaan. Mangkuk air kucing di balkon, sayuran kelinci dekat jendela terbuka, atau wadah makan burung di samping kisi-kisi berdebu perlu dipindahkan atau ditutup.

Lakukan sekarangKenapa ini penting
Bawa anjing dan kucing ke dalam ruanganMengurangi paparan langsung terhadap abu saat arah angin berubah
Pindahkan kandang burung menjauh dari jendela terbukaMenjauhkan abu dari makanan, air, dan tenggeran
Tutup makanan hamster dan kelinciMencegah abu mengendap di wadah makan
Ganti air yang sempat terbukaBPBD memperingatkan agar tidak mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi
Pastikan carrier (tas/kandang transport) mudah dijangkauGangguan transportasi bisa terjadi saat hujan abu

Jangan menunggu udara terlihat dramatis. BPBD juga memperingatkan bahwa kondisi bisa berubah karena angin (ANTARA). Kalau abu sudah ada di area rumahmu, langkah pertama yang paling aman adalah masuk ke dalam ruangan.

Apa yang berubah dan kenapa

Saran lama tentang udara buruk sering berfokus pada manusia dulu. Itu masuk akal saat ada peringatan kesehatan masyarakat, tapi sering membuat pemilik hewan menebak-nebak apa yang harus dilakukan untuk hewan mereka.

Rencana yang lebih baik untuk hari berabu sekarang dimulai dari seluruh rumah, bukan hanya orangnya. Anjing perlu rencana buang air. Tanda napas pada kucing perlu dianggap serius. Burung dan mamalia kecil perlu pengelolaan dalam ruangan yang sesuai spesies. Hamster bukan kucing kecil. AVS memisahkan perawatan hamster menjadi pemberian makan, tempat tinggal, pengayaan, dan perawatan dokter hewan, pengingat yang berguna bahwa hewan kecil perlu rencana sendiri saat harus dikurung di dalam ruangan (AVS hamster care).

Erupsi di Indonesia sudah menunjukkan kenapa ini penting. Saat evakuasi Gunung Ruang pada 2024, tim penyelamat mengambil anak anjing yang terpapar abu, seekor kucing putih, dan seekor burung tropis dari rumah-rumah yang tertutup abu, sementara dokter hewan merawat anjing yang terluka di tempat penampungan sementara (BSS News). Ini bukan cuma masalah jalan-jalan dengan anjing.

Ini juga bukan panduan untuk satwa liar. Hewan peliharaan domestik dan satwa liar yang terdampak perlu penanganan berbeda. Dalam konteks regional Singapura, AVS memasukkan anjing, kucing, burung, kelinci, dan hamster dalam cakupan perawatan hewan peliharaan biasa, sambil mengingatkan pemelihara untuk mematuhi aturan satwa liar dan hukum tentang hewan (AVS allowed pets). Panduan perawatan hewan di Indonesia membuat pembedaan praktis yang sama dengan merekomendasikan hewan domestik sebagai hewan peliharaan yang sesuai, termasuk anjing, kucing domestik, kelinci domestik, hamster, marmut, budgie, kenari, bebek domestik, angsa domestik, dan ikan mas koki (Having Pets in Indonesia).

Persingkat waktu di luar dan kurangi aktivitas berat

Anjing tetap perlu buang air. Intinya, buat sesederhana dan sesingkat mungkin, terutama saat kadar abu tinggi.

Seorang pakar Indonesia memperingatkan bahwa aktivitas berat di luar ruangan saat kadar abu tinggi bisa menarik partikel vulkanik mikroskopis lebih dalam ke jaringan paru-paru karena napas cepat meningkatkan paparan (Tempo). Untuk anjing, artinya tidak main lempar-tangkap, tidak joging, tidak jalan lama sambil mengendus-endus saat abu masih aktif. Keluar untuk buang air bukan sesi latihan.

Kucing sebaiknya tetap di dalam ruangan. Burung, kelinci, dan hamster sebaiknya tetap berada di tempat tinggal dalam ruangan yang aman seperti biasa, dengan makanan dan air terlindung dari abu. Jangan membuat penutup kandang rapat secara dadakan kalau kamu tidak yakin soal ventilasi atau panas. Paket sumber tidak memberikan pengaturan penutup kandang atau penyaring udara yang aman untuk rumah tropis, jadi jangan mengarangnya.

HewanRutinitas saat hari berabu
AnjingIstirahat di dalam ruangan, keluar hanya sebentar untuk buang air, tanpa aktivitas berat
KucingKelola sepenuhnya di dalam ruangan dan pantau napas dengan cermat
BurungTetap di dalam ruangan, lindungi makanan dan air, hindari abu di dekat kandang
KelinciTetap di dalam ruangan, lindungi makanan dan air, hindari sayuran atau mangkuk yang berdebu
HamsterTetap di tempat tinggal normal di dalam ruangan, lindungi makanan dan air, jangan perlakukan seperti anjing atau kucing kecil

Kalau anjingmu biasanya butuh jalan sore yang panjang, ganti dengan waktu tenang di dalam ruangan. Hal kecil, tapi dilakukan setiap hari: tentukan di mana carrier, air, dan catatan kesehatan disimpan sebelum udara berubah kelabu.

Pantau mata, napas, dan minum

A pet owner checks a cat indoors while other pets rest safely away from ash outside.
Watch breathing, eyes, and drinking changes closely during ashfall.

Abu bisa mengiritasi mata dan saluran pernapasan. ANTARA melaporkan peringatan pakar bahwa paparan abu bisa menyebabkan mata merah, nyeri, dan berair, sensitif terhadap cahaya, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk kering, sesak napas, nyeri dada, serta gejala yang lebih berat pada orang dengan penyakit pernapasan (ANTARA). Untuk hewan peliharaan, pantau sistem tubuh yang sama tanpa menganggap tandanya selalu tampak identik.

Tugas pemilik adalah triase. Pantau perubahan ringan dengan saksama. Naikkan respons dengan cepat bila ada perubahan napas.

Tingkat tindakanYang kamu lihat
PantauMata sedikit berair, iritasi ringan seperti batuk, napas normal
HubungiIritasi mata memburuk, batuk berulang, minum berkurang setelah air sempat terbuka
Pergi sekarangKesulitan bernapas, terengah-engah, napas berat, atau kucing terengah-engah secara berlebihan

Animal Evac New Zealand mengatakan pemilik harus segera menghubungi dokter hewan jika hewan mulai mengalami kesulitan bernapas (Animal Evac NZ). Untuk kucing, AVS mencantumkan megap-megap mencari udara, bernapas berat, dan terengah-engah berlebihan sebagai tanda yang mengkhawatirkan (AVS cat care). Ini penting karena kucing sering terlihat diam sebelum tampak jelas tidak sehat.

Untuk burung dan mamalia kecil, ambil sikap ekstra hati-hati. Paket sumber memastikan mereka perlu rencana perawatan sesuai spesies, tetapi tidak memberikan ambang dokter hewan khusus Indonesia untuk burung, kelinci, atau hamster yang terpapar abu. Kalau burung, kelinci, atau hamster terlihat tidak sehat saat hujan abu, jangan memperpanjang masa pemantauan di rumah.

Ikuti pembaruan resmi dan siapkan diri untuk gangguan transportasi

Hari berabu bisa berubah menjadi hari logistik. Pemilik hewan di area Jakarta sebaiknya mengikuti pembaruan BMKG, PVMBG, BPBD, dan Pemerintah Provinsi, bukan laporan yang belum terverifikasi, menurut pesan Pemerintah Jakarta yang dilaporkan Tempo (Tempo). Di sanalah kamu mengecek apakah kondisi sedang berubah.

Gangguan transportasi realistis terjadi. Laporan tentang abu Anak Krakatau pada September 2026 menggambarkan penutupan sementara di beberapa bandara, termasuk hub internasional utama Jakarta, setelah awan abu memengaruhi penerbangan (The Guardian). Meski kamu tidak sedang terbang, gangguan seperti ini adalah peringatan berguna: bersiaplah sebelum mobilitas makin sulit.

Simpan makanan yang sesuai spesies, air bersih, carrier, obat, dan rekam medis dokter hewan di satu tempat. Paket sumber tidak memberikan jumlah hari persediaan yang harus disimpan, jadi perlakukan ini sebagai kebiasaan kesiapsiagaan, bukan kuota.

Tindakan malam ini sederhana: pindahkan mangkuk yang terbuka ke dalam ruangan, ganti air yang mungkin terkena abu, dan taruh carrier masing-masing hewan di tempat yang bisa kamu jangkau cepat.

— Manja

Sumber

BagikanWhatsAppTelegram